"Hari ini sudah ada perkembangan. Tetapi tidak bisa kita publikasikan. Saya sudah laporkan ke penyidik Polda. Golongan darah dan penyebab kematian sudah diketahui," ujar dokter forensik RSCM dr Mun'im Idris kepada detikcom, Kamis (9/10/2008) pukul 10.00 WIB.
Mun'im mengatakan, fokus pemeriksaan yakni identifikasi korban. Hasil tes DNA korban akan dibandingkan dengan laporan pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya yang mempunyai ciri-ciri yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, lanjut Mun'im, pihak forensik RSCM berkoordinasi dengan forensik Mabes Polri. Sebagian otot korban mutilasi itu diperiksa di Puslabfor Mabes Polri.
"Kita koordinasi. Ada yang kita periksa, ada yang mereka periksa. Kita kasih sebagian otot korban untuk diperiksa DNA-nya," imbuhnya.
Menurut Mun'im, pelaku mutilasi Mayasari Bhakti ini memang pintar karena menghilangkan sejumlah bagian tubuh korban yang bisa diidentifikasi. Namun si pelaku justru lupa kalau masih ada gambar tato dan sisa tulang lengan atas yang tertinggal yang masih bisa diperiksa.
"Paling nggak dia lebih pintar. Tetapi dia lupa kalau masih ada tato dan sisa tulang. Itu tato lama," ujarnya. (gus/nrl)










































