Pantauan detikcom di PN Jakpus, Jl Gadjah Mada, Kamis (9/10/2008), massa FPI tersebut datang secara bergelombang sejak pukul 08.30 WIB.
Akibat tindakan massa FPI, polisi akhirnya berjaga hingga di luar mulut gerbang. Di lokasi tersebut juga telah bersiaga satu unit water cannon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk meredakan kericuhan, Ketua Lembaga Dakwah FPI Abdurrahman Jaelani selaku perwakilan massa FPI menemui polisi. "Jadi saya ingin menemui yang punya wilayah di sini. Saya ingin mengadakan komunikasi," kata dia.
Jaelani menjamin, anggota FPI tidak akan bertindak anarkis lagi untuk menghindari bentrok. Namun, aparat diminta mengizinkan mereka masuk ke dalam pengadilan.
"Tadi kita minta aparat mengizinkan kita masuk. Kita bukan musuh. Supaya tidak terjadi bentrok bapak-bapak tarik aparat yang di luar," kata Jaelani.
Akhirnya, setelah Ketua FPI Habib Rizieq tiba sekitar pukul 10.00 WIB, ratusan anggota FPI yang berpakaian putih-putih itu diperbolehkan masuk. Satu persatu, mereka diperiksa dengan ketat oleh petugas.
Sekitar 500 aparat kepolisian dari Polres Jakpus dan Polda Metro Jaya dikerahkan untuk mengamankan sidang Habib Rizieq dan Munarman. Aparat yang beratribut lengkap itu disebar mulai dari pintu gerbang hingga tiap lantai di pengadilan.
(irw/nrl)










































