"Kesepakatan ini mengirimkan sinyal ke dunia, bahwa negara-negara yang menempuh jalur demokrasi dan memiliki sikap bertanggung jawab akan menjadi teman AS," kata Bush pada seremoni penandatanganan di Gedung Putih.
Menteri Luar Negeri (Menlu) India Pranab Mukherjee akan berkunjung ke Washington pekan ini untuk bersama-sama Menlu AS Condoleezza Rice secara resmi menandatangani perjanjian nuklir tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini saya mendapat kehormatan untuk menandatangani legislasi yang dibangun di atas meningkatnya hubungan antara kedua negara demokrasi terbesar dunia," kata Bush seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/10/2008).
Kesepakatan ini memberikan akses bagi India pada teknologi maju AS dan energi atom murah. Sebagai gantinya, India akan mengizinkan PBB menginspeksi sejumlah fasilitas nuklir sipilnya. Tapi bukan lokasi fasilitas nuklir militer.
Tadinya Washington menerapkan larangan kerjasama nuklir sipil AS-India menyusul uji coba nuklir pertama India pada tahun 1974. Namun kemudian pejabat-pejabat AS beranggapan kalau pendekatan baru diperlukan untuk membantu India memenuhi kebutuhan energinya yang melonjak. Apalagi di tengah meningkatnya harga minyak dunia dan masalah pemanasan global.
(ita/nrl)










































