"Siapa sih Obama?" ejek McCain di depan pendukungnya di Universitas Lehigh, hanya 27 hari lagi menjelang pilpres AS. Pertanyaan tersebut secara tiba-tiba disahut oleh salah seorang penonton, "(Ia seorang) bom!"
McCain tak lupa menyebut-nyebut lagi rencananya mengucurkan dana sebesar 300 miliar dolar AS untuk menyembuhkan luka keluarga-keluarga Amerika yang memiliki kredit rumah. "Masalah pertama adalah krisis pemasaran rumah. Di Pennsylvania dan di Amerika Serikat impian memiliki rumah sendiri tidak boleh dihancurkan," jelas McCain seperti dilansir AFP, Kamis (9/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pidato McCain-Palin kian menghangat setelah sebelumnya, aktivis Republikan dari kota tersebut, Bill Plat, beberapa kali merujuk nama Obama sebagai "Barack Hussein Obama", seperti yang dilakukan seorang sherif dari Florida pekan lalu. demikian menurut situs Politico.
Meski nama itu merupakan nama lengkap Obama, hal itu oleh masyarakat AS mudah dipahami sebagai ejekan negatif yang menyamakan nama Obama dengan nama mantan diktator Irak Saddam Hussein. Tim kampanye McCain pun mengambil jarak dan tidak menanggapi isu ini.
"Kami tidak akan memaafkan retorika tak pantas seperti itu, yang hanya akan mengalihkan pertanyaan sesunggguhnya mengenai kebijakan, karakter, dan pengalaman yang akan dijadikan pertimbangan para pemilih," sanggah McCain.
Palin, yang berbagi panggung dengan McCain, tampil lebih rileks dan tak lagi bernafsu menyerang Obama seperti ketika Senin lalu, saat Palin mempertanyakan patriotisme Obama.
"Pennsylvania, dengan bantuan Anda, kita akan mengirim John McCain ke Gedung Putih," pidato Palin, yang kemudian meminta para pendukungnya berteriak: "John McCain, John McCain! USA, USA! No-bama, No-bama!"
Para pendukungnya pun tak lupa meneriaki Obama dengan kata-kata seperti "pembohong!" atau "sosialis!"
(alf/nrl)











































