Rencana pengunduran Badawi ini mengakhiri ketidakpastian yang menyelimuti peropolitikan Malaysia selama berbulan-bulan. Demikian seperti dikutip dari AFP, Rabu (8/10/2008).
Badawi berada dalam tekanan hebat menyusul hasil pemilu yang membuat
koalisi Barisan Nasional tidak lagi menjadi mayoritas. Hasil pemilu yang
terburuk selama 50 tahun tersebut membuat Badawi menjadi bulan-bulanan berbagai kalangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan ini saya mengumumkan bahwa saya tidak akan menjadi presiden UMNO dalam pemilu mendatang. Yang saya inginkan adalah agar partai ini bersatu." jelas Badawi dalam sebuah konferensi pers.
"Saya akan menyerahkan kekuasaan kepada...Najib setelah ia memenangi pemilihan di majelis rendah. Saya yakin ia akan menang," jelas Badawi.
"Akan ada transisi kekuasaan setelah presiden baru UMNO ditetapkan."
Presiden UMNO, yang telah mendominasi panggung politik Malaysia semenjak
kemerdekaannya dari Inggris tahun 1957, secara otomatis akan menjadi perdana
menteri negeri itu.
Sedianya Badawi akan meletakkan jabatan pada medio 2010. Namun setelah
kehilangan pendukung dari akar rumput menyusul buruknya perolehan kursi di
pemilu Maret lalu, Badawi dipaksa untuk mundur lebih awal.
Badawi juga menghadapi tantangan dari tokoh oposisi Anwar Ibrahim yang terus
mengancam akan merebut kekuasaan membawa perubahan.
(alf/irw)











































