"Sultan kan salah satu tokoh reformasi. Gus Dur sudah, Mega sudah, Sultan belum dapat apa-apa," ujar pendiri dan juga Ketua Dewan Penasehat SOKSI, Suhardiman.
Hal itu disampaikan dia di sela-sela halal bihalal SOKSI dengan tema 'Membahas Perspektif Kebangsaan Lima Tahun ke Depan' di kediamannya, Jalan Keramat Batu nomor 1, Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lainnya, kata Suhardiman, Sultan merupakan tokoh masyarakat Jawa. Sultan juga ketua dewan penasehat SOKSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menurut pria berkacamata ini, SOKSI belum bekomunikasi dengan Partai Golkar seputar dukungan terhadap Sultan. SOKSI adalah salah satu organisasi underbow partai berlambang pohon beringin itu.
"Ini juga bukan bentuk kekecewaan kepada JK," jelasnya.
Meskipun nantinya Partai Golkar tidak mencalonkan Sultan, lanjut Suhardiman, tidak menjadi soal.
"Masih banyak partai yang mengusung. Untuk tahu siapa partainya, kita lihat reaksinya setelah deklarasi malam ini," pungkas pria berbatik merah itu.
Sultan sendiri tiba di acara tersebut sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, dia enggan berkomentar apapun terkait dukungan SOKSI itu.
(irw/irw)











































