ASEAN Tak Perlu Bentuk Pakta Pertahanan Bersama

ASEAN Tak Perlu Bentuk Pakta Pertahanan Bersama

- detikNews
Rabu, 08 Okt 2008 18:07 WIB
Jakarta - Pemerintah dan DPR RI sepakat meratifikasi piagam ASEAN. Namun untuk meningkatkan kekuatan regional dan perdamaian di Asia Tenggara, ASEAN dinilai tidak perlu membentuk pakta pertahanan militer bersama seperti NATO di Eropa.

"Tidak perlu, siapa yang mau serang ASEAN, China? AS?," ujar anggota Dewan Pertimbangan Center for Strategic and International Studies (CSIS) Wiryono Sastrohanjono dalan diskusi Bertajuk 'ASEAN as I see it" di kantor CSIS, Jl Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2008).

Wiryono berpendapat, ASEAN sudah cukup baik meredam gesekan yang terjadi antar anggota ASEAN. Beberapa kasus yang terjadi telah diselesaikan dengan baik sehingga tidak menjadi konflik berkepanjangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sipadan dan Ligitan itu kan bisa diselesaikan, karena itu masalah hukum, ya, diselesaikan lewat hukum, bagaimanapun hasilnya," ungkapnya.

Wiryono menjelaskan saat ini yang masih kurang di ASEAN adalah belum ada rasa kebangaan sebagai satu persekutuan. Rasa memiliki organisasi ASEAN ini yang masih kurang.

"Negara-negara di ASEAN harus membangun stabilitas di negaranya sendiri, dengan demikian akan terwujud stabilitas regional," jelasnya.

Di tempat yang sama presiden Romanian Institute for European-Asian Studies, Gheorge Savuica menjelaskan anggota ASEAN hanya perlu meningkatkan kepercayaan dirinya untuk terus maju membangun ASEAN secara bertahap hingga menjadi kekuatan baru di dunia.

"Negara ASEAN memiliki banyak nilai-nilai yang besar. Salah satu kemampuan yang baik adalah kemampuan meredam konflik. Ada persinggungan tapi tidak menjadi konflik," ungkap Gheorge.
(rdf/irw)


Berita Terkait