3 Sekuriti Apartemen Margonda Ngaku Tak Kenal Pacar Ryan

- detikNews
Rabu, 08 Okt 2008 16:46 WIB
Depok - Sidang terdakwa kasus penadahan, Novel Andreas, mengagendakan mendengarkan keterangan 3 saksi dari sekuriti Apartemen Margonda Residence. Para saksi kompak mengaku tidak kenal dengan kekasih Very Idham Henyansyah alias Ryan itu.

Demikian kesaksian yang mengemuka dalam sidang Novel yang digelar di
PN Depok, Jalan Boulevard, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/10/2008).

Dalam sidang yang diketuai Suwidya itu, jaksa penuntut umum (JPU) yang dikomandani Saida menghadirkan 3 saksi. Saksi tersebut adalah
Musliman, Suryadi, dan Iwan Kurniawan. Ketiganya berprofesi sebagai sekuriti Apartemen Margonda Residence.

Novel mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam serta peci warna hitam saat mendengarkan kesaksian itu.

Musliman mendapat giliran pertama bersaksi. Pria yang terbalut jaket warna hitam ini mengaku pernah melihat Ryan. Namun, dia tidak pernah melihat Ryan bersama Novel. Dia juga mengaku belum pernah lihat Ryan bersama temannya yang lain.

Musliman juga mengatakan tidak pernah bertemu Noval. Musliman mengaku sempat melihat Ryan keluar dari lift dengan membawa tas 2 kali balik. Tas yang dibawa dimasukkan ke dalam mobil Suzuki APV warna hitam pada Jumat 11 Juli 2008 pukul 21.30 WIB.

"Saya lihat Ryan sendiri. Saya sempat bertanya mau ke mana. Ryan jawab mau pindah ke Pondok Indah ke rumah ibunya," kata Musliman. Dia juga tidak tahu pekerjaan Ryan.

Saksi Suryadi dan Iwan Kurniawan mengatakan hal yang sama. Mereka juga tidak mengenal Novel dan tidak pernah melihat Novel bersama Ryan maupun melihat Novel datang ke Apartemen Margonda Residence.

Atas kesaksian 3 orang itu, Novel mengaku keberatan. "Saya keberatan," kata Novel yang sebelumnya bekerja di Kantor Imigrasi Depok ini.

Namun penyataan Novel diluruskan oleh Suwidya. "Jangan asal keberatan, dipikirkan dulu. Kalau ada yang tidak benar, Saudara bisa memberikan tanggapan. Kalau memang kesaksiannya meringankan masa dibilang keberatan. Tolong kuasa hukum diberitahu," papar Suwidya.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu 15 Oktober 2008 dengan masih mendengarkan keterangan saksi dari JPU.

Kuasa hukum Novel, Medianto Hadi Purnomo, usia sidang menilai dakwaan JPU tidak jelas. Saksi yang dihadirkan JPU dengan dakwaan orang lain.

"Ini bukan kasus pembunuhan. Tetapi kasus penadahan. Kami meminta untuk persidangan berikutnya JPU dapat menghadirkan saksi yang lebih selektif agar dapat mempersingkat persidangan dan tidak membuang waktu pada persidangan berikutnya," kata Medianto.

Novel diadili karena dia pernah dibelikan oleh Ryan, kekasihnya, handphone Nokia. Uang untuk membeli ponsel itu didapat dari harta Heri Santoso, yang dimutilasi oleh Ryan.

Potongan tubuh Heri ditemukan di Ragunan dan sekitarnya. Kasus inilah yang menguak 11 korban mutilasi Ryan lainnya yang menghebohkan. (aan/nrl)