"Lava pijar di sekitar puncaknya saja. Tidak bahaya," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono saat dihubungi detikcom, Rabu (8/10/2008).
Berdasarkan pantauan tim vulkanologi dari pukul 00.00-06.00 WIB yang berada di lokasi, gempa guguran gunung ini di bawah 150 kali per 6 jam. Asap letusan juga hanya berjarak 100 meter dari puncaknya.
"Gejala ini memang belum normal, tapi sudah menurun," ujar Surono.
Diakui Surono, Gunung Soputan tergolong gunung yang sangat aktif. Meski demikian, tingkat ancamannya relatif kecil. Terlebih lagi dengan kondisi penduduk yang jauh dari gunung.
"Jarak luncur awan panas hanya 4 km, sedangkan rumah penduduk terdekat 8 km," tambahnya.
Surono memprediksi, aktivitas gunung ini akan kembali aktif 3-4 bulan mendatang. Karena, letusan terakhir sebelum 6 Oktober yang lalu terjadi pada 6 Juni 2008. (mok/nwk)











































