"Mustinya dipagar dulu biar aman. Kan anak-anak senang air," ratap sang bunda, Nurjannah (34) di rumah duka, Jl Gang Gabus, RT 03/10, Cakung Timur, Jakarta Utara, Selasa (7/10/2008).
Di lokasi maut yang jaraknya hanya kurang lebih 1 km dari kediaman korban itu memang tidak terpampang papan peringatan. Pantauan detikcom, lokasi juga tidak diberi pagar sehingga siapapun dapat bebas masuk ke daerah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurjannah terus meratapi kematian anaknya. Ia mengisahkan Junasri meninggalkan rumah sejak pukul 09.00 WIB. "Pergi dari jam 9 nggak pulang-pulang," tutur Nurjannah.
Tidak dinyana Junasri pulang dalam kondisi mengenaskan. Pukul 12.30 WIB polisi membawa tubuh malang Junasri yang sudah basah kuyup ke rumahnya lalu dilarikan ke rumah sakit. Namun sungguh malang, nyawa si sulung dari 3 bersaudara itu tidak tertolong lagi.
Kasus ini kini telah ditangani Polsek Cilincing. Beberapa teman sebaya korban yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung juga sudah dimintai keterangan polisi untuk mengetahui kronologi kejadiannya.
(gah/iy)











































