Dua pemenang lainnya masing-masing adalah Francoise Barre-Sinoussi dan Luc Montagnier untuk penelitian gabungan keduanya mengenai "human immunodeficiency virus".
Berikut sebagian riwayat para pemenang seperti dilansir Reuters, Senin (6/10/2008):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lahir pada tahun 1932 di Perancis, Luc kini menjadi profesor dan direktur Organisasi Dunia Untuk Riset dan Pencegahan AIDS di Paris. Pada tahun-tahun sebelum ditemukannya AIDS, Montagnier berhasil menemukan banyak penemuan mengenai asal usul virus.
Ia turut berkontribusi menemukan bagaimana virus mempengaruhi informasi genetik dari organisme yang ditumpanginya. Ia juga secara berperan aktif dalam riset mengenai kanker. Saat ini, fokus penelitian Montagnier adalah mengenai vaksin atau penawar virus AIDS.
Francoise Barre Sinoussi
Ilmuwan perempuan ini lahir pada tahun 1947 di Perancis dan saat ini menjadi salah satu peneliti utama dalam bidang retrovirology. Ia utamanya dikenal sebagai ilmuwan yang mengidentifikasi virus HIV-1 sebagai penyebab AIDS. Karyanya sering dikutip dalam literatur-literatur ilmiah. Bersama Montagnier, ia menemukan sebuah retrovirus, yang kemudian dikenal sebagai virus HIV.
Harald Zur Hausen
Lahir di Jerman pada tahun 1936, Zur Hausen menentang dogma yang telah diyakini dan menggagas teori bahwa virus papilloma-lah penyebab kanker serviks (rahim), kanker kedua terbanyak yang menyerang perempuan. Penemuannya berujung pada dua jenis vaksin yang melindungi dari beberapa serangan virus.
(alf/nrl)











































