"Dugaan saya Jimly mau masuk ke MA karena MA punya pengaruh yang besar dan penting. Itu juga sesuai dengan latar belakangnya," kata pengamat politik, M Qodari, kepada detikcom, Selasa (7/10/2008).
Menurut dia, Jimly akan mengantongi sejumlah dukungan dari elit politik di DPR. "Dia bisa masuk dari pintu hakim nonkarir. Jimly juga dijagokan oleh parpol yang kontra usia pensiun hakim 70 tahun," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi yang fleksibel menjadi cawapres. Di kalangan elit politik, dia populer dan dikenal serta dianggap punya kemampuan kepemimpinan. Dia juga ahli tata negara. Namun di kalangan grassroot, dia kurang terkenal," papar Qodari.
Lebih lanjut Qodari menambahkan Jimly pun berpeluang kembali ke habitatnya yakni kampus.
"Dia kan peneliti dan pengajar. Jadi mungkin saya dia balik ke kampus karena merasa perannya sudah maksimal, pernah menjadi hakim konstitusi, ketua MK," kata dia.
Jimly hingga kini masih merahasiakan alasan mundurnya dari kursi Ketua MK. Jimly baru akan menyampaikan ke Presiden SBY dan DPR hari ini. (aan/nrl)











































