Demikian pernyataan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda yang dikirim Ketua Presidium Yohanes Widodo kepada detikcom Selasa (7/10/2008) pagi.
Dalam pernyataan sikap berisi lima butir dan diteken di Den Haag (4/10/2008) itu PPI Belanda menyatakan memboikot dan menolak kunjungan anggota DPR RI yang melakukan aji mumpung plesiran ke luar negeri dengan kamuflase studi banding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, jika sekedar studi banding dan pengumpulan data, maka tugas itu bisa dilakukan dan diwakilkan kepada para mahasiswa Indonesia yang berada di negara yang akan dikunjungi, berkoordinasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Selain itu jika tujuannya untuk belajar, maka bisa dilakukan dengan cara mengundang pejabat Bank Sentral Jerman ke Indonesia.
Ketiga, PPI Belanda menyerukan para mahasiswa di Jakarta untuk menahan keberangkatan rombongan anggota DPR di Bandara.
Keempat, menyerukan para mahasiswa di Jerman untuk memboikot dan menolak kedatangan rombongan anggota DPR tersebut.
Kelima, kegiatan plesiran anggota DPR yang dibungkus sebagai studi banding, menunjukkan bahwa anggota DPR sangat bebal dan kebal terhadap kritik dan lagi-lagi menunjukkan perilaku memalukan.
Disebutkan bahwa pernyataan sikap tersebut dikeluarkan PPI Belanda setelah mencermati dan memperhatikan pemberitaan detikcom edisi Kamis (25/09/2008) dan Jumat (26/09/2008) tentang rencana plesiran anggota DPR ke Eropa dengan rute Jakarta, Frankfurt, Berlin, Milan, Jakarta. (es/es)











































