Menguasai satu atau lebih bahasa asing adalah syarat dasar yang diperlukan wartawan untuk posting di luarnegeri. Namun listening skills terhadap beragam aksen adalah syarat lain yang tak kalah penting. Miskin dalam arsenal bahasa ini bisa berabe.
Seperti terjadi baru-baru ini. Sebuah koran Israel mengutip Menlu Kouchner bahwa Israel 'akan melahap' Iran jika negeri itu sampai memiliki bom atom. Pernyataan ini jelas dapat menimbulkan konsekuensi serius dalam hubungan diplomatik beserta dampak ikutannya.
Kemlu Prancis buru-buru mengeluarkan klarifikasi bahwa telah terjadi kesalahfahaman. Usut punya usut ternyata bukan seperti itu maksud Menlu Kouchner selaku narasumber.
Dalam wawancara berbahasa Inggris Kouchner maksudnya hendak mengatakan hit (menyerang). Namun karena Kouchner mengucapkannya dengan lidah Prancis, dengan ujaran 'h' nyaris hilang dan 'i' panjang (ea), akhirnya bunyi pengucapan yang ditangkap wartawan koran Israel itu menjadi eat.
Kouchner menyayangkan terjadinya kesalahfahaman tersebut, demikian bunyi klarifikasi seperti dikutip detikcom dari Algemeen Dagblad dari ANP. (es/es)











































