"Tadi pagi ada yang datang ke Polsek melaporkan kalau anggota keluarganya hilang sejak 26 September," ujar Kanitreskrim Polsek Cakung Iptu Bambang Cipto, di Polsek Cakung, Jl Raya Bekasi, Jakarta Timur, Senin (6/10/2008).
Menurut Bambang, orang yang melapor keluarganya hilang adalah H. Mustofa Din Muchsin dan Sudarmi. Warga asal Bekasi itu melaporkan hilangnya H Hassan Basri, suami Sudarmi yang juga merupakan kakak bagi Mustofa. Mereka melapor setelah melihat pemberitaan di media ada korban mutilasi yang bertato.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Polsek Cakung, lanjut Bambang, pernah menerima laporan melalui telepon dari Semarang pas malam takbiran. "Korban hilang atas nama Rio Ari Tonang karyawan di Tanggerang, penelepon belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih mudik," ungkapnya.
Untuk mengetahui identitas korban, pihak Kepolisian Cakung hari ini sedang menyebar foto tato korban mutilasi dibeberapa tempat, diantaranya tempat biliard, terminal, dan pusat perbelanjaan.
Sekadar diketahui, korban mutilasi mempunyai tato macan di lengannya. Polisi mengandalkan tato ini untuk melacak identitas korban. Pasalnya potongan tubuh penting yang bisa digunakan untuk identifikasi seperti kepala, dubur, jari tangan serta darah tidak ditemukan.
(did/iy)











































