"Konferensi berlangsung sejak tanggal 3-6 Oktober 2008. Ini akan membahas isu-isu yang berkembang dari negara-negara yang tergabung dalam IAACA terkait pemberantasan korupsi," kata juru bicara KPK Johan Budi dalam siaran pers, Senin (7/10/2008).
Delegasi KPK dipimpin oleh Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin. Sementara delegasi Indonesia lainnya yakni Jaksa Agung Hendarman Supandji dan dari Deplu yakni Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Eddi Pratomo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IAACA merupakan asosiasi dari lembaga-lembaga antikorupsi dari berbagai negara di dunia. Setiap tahun ada pertemuan para anggota sekaligus media saling bertukar informasi dan pengalaman dalam pemberantasan korupsi," jelas Johan.
Konferensi IAACA pertama kali diselenggarakan di Beijing , China sekaligus pembentukan secara resmi IAACA pada akhir Oktober 2006 lalu. Indonesia sendiri pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi IAACA yang ke-2 pada awal November 2007 di Denpasar.
"Topik utama yang diangkat adalah tentang kriminalisasi dan penegakan hukum (Criminalization and Law Enforcement). Juga tentang kerjasama Internasional di bidang asset tracing, korupsi di sektor swasta serta perlindungan saksi, ahli dan korban dalam tindak pidana korupsi," urai Johan.
Sedang Wakil Ketua KPK M Jasin dalam makalahnya menyampaikan tentang kemajuan pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.
"Melalui konferensi ini kami mengajak anggota IAACA untuk saling membantu dalam upaya pemberantasan korupsi yang merupakan kejahatan trans nasional," imbuh Jasin dalam sabutanntya.
Dalam konferensi IAACA yang ke-3 ini juga disampaikan tentang akan berdirinya akademi antikorupsi dunia di Wina, Austria yang akan mulai beroperasi pada November 2009.
Hal ini disampaikan oleh Franz Hermann Bruener yang merupakan Direktur Jenderal European Anti-Fraud Office, European Commission. Bruener mengajak kepada anggota IAACA untuk mendukung dan berpartisipasi penuh dalam mewujudkan akademi tersebut.
"Korupsi merupakan kejahatan transnasional yang menghancurkan semua sendi kehidupan manusia," tandas Bruener.
Pertemuan IAACA merupakan ajang bagi Indonesia, termasuk KPK didalamnya, untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pemberantasan korupsi, termasuk menjalin kerjasama dalam bidang asset tracing yang merupakan agenda penting bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. (ndr/ken)











































