"Agama tidak seperti merokok, yang bisa ditoleransi dalam kehidupan privat namun dikontrol secara ketat dalam ruang publik," ungkap Menteri Luar Negeri Vatikan Kardinal Tarscisio Bertone.
Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers mengenai agama dan politik, seperti dilansir Reuters, Senin (6/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tuhan tidak bisa hanya ditinggal di bangku gereja," ujarnya.
Suasana perpolitikan dunia yang kian memanas juga membuat kalangan Vatikan berkomentar. Minggu lalu, Uskup Raymond Burke dari AS mengecam partai Demokrat AS dan menyebutnya sebagai 'Partai Kematian' karena persetujuan partai Demokrat terhadap aborsi.
Burke menyerang politikus partai Demokrat, calon wakil presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi sebagai 'orang-orang yang salah
mengartikan ajaran Katolik'.
Komentar Burke pun menuai kecaman dan dukungan di dunia maya. Oleh yang
mengecam, Burke dituduh sedang berusaha mempengaruhi pemilihan presiden AS,
sementara pendukung Burke menanggap bahwa ucapan Burke menunjukkan keberanian seorang uksup.
Terhadap gejala 'uskup bicara politik ini' John Allen, seorang pengamat agama berkomentar, apa yang terjadi di AS sekarang ini mau tidak mau menciptakan situasi yang membuat pemimpin Gereja merasa harus berbuat sesuatu. (alf/ken)











































