Aksi ini berlangsung Minggu (5/10/2008) sejak pukul 22.00 WIB di perempatan Jl Tanah Tinggi, Ternate, Malut.
Puluhan intel dan polisi yang dipimpin Kapolres Ternate, AKBP Ahmad Mahendra yang menghadang seakan tak dihiraukan. Massa justru melempari aparat dengan botol. Bahkan mobil Kapolres Ternate sempat terkena lemparan massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hukum sudah tidak berlaku, masa yang memenangkan pilkada bukan dilantik, tapi yang kalah dilantik," ujar salah seorang pendukung.
Situasi yang panas itu membuat warga di sekitar lokasi berjaga-jaga di depan rumah mereka. Mereka takut jika terjadi kerusuhan.
Sementara itu ratusan massa pendukung Gubernur terlantik Thaib Armain dan Abdul Gani Kasuba juga tampak bersiaga dari kejauhan. Aparat juga tampak menjaga massa tersebut.
(mad/ken)











































