Pantauan detikcom, Minggu (5/10/2008) beragam kendaraan digunakan untuk mencapai Ragunan mulai dari sepeda motor hingga truk. Mereka rela berangkat pagi-pagi dari rumah untuk sekedar menyaksikan satwa kesayangan.
Sampai pukul 13.00 WIB, pengunjung KBR terus bertambah ramai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amak mengaku hampir tiap lebaran ia datang ke KBR, namun baru kali ini dirinya menggunakan truk bersama-sama dengan keluarganya yang berjumlah sekitar 25 orang. Dirinya pun merasa sudah biasa dengan kemacetan yang dialami saat hendak masuk ke Ragunan.
"Namanya juga lebaran," tukas Amak.
Ada juga Gunawan (30) yang datang ke Ragunan bersama istri dan seorang anaknya. Gunawan datang menggunakan motor dari Depok.
Gunawan tahu kalau di Ragunan banyak pengunjung dan macet, tetapi itu tidak menyurutkan niatnya untuk tetapi berkunjung ke Ragunan.
"Murah meriah, dekat dari rumah," jawabnya ketika ditanya kenapa memilih berekreasi ke Ragunan.
Sejak pukul 10.00 WIB, busway tak lagi sampai ke Halte Ragunan. Halte Departemen Pertanian menjadi halte terakhir, busway pun memutar arah di depan Bumi Perkemahan Ragunan.
(ddt/rdf)











































