"Disiplin ini terutama pada tempat terkunci, karena tidak ada yang mengalah maka terjadi kemacetan. Itu tidak bagus," kata Dirjen Perhubungan Darat Dephub Iskandar Abubakar saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (4/10/2008).
Iskandar menilai, masing-masing pengendara ingin lebih dahulu dalam melakukan perjalanan baik kala arus mudik maupun arus balik. "Ya kadang, jalur berlawanan pun diambil. Apalagi di persilangan sebidang, begitu salah satu lajur ditutup semua lajur langsung dipakai," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak dipungkiri memang, infrastruktur jalan di Indonesia belum mampu menampung membludaknya kendaraan di kala mudik lebaran. "Satu jalan mempunyai kapasitas tertentu, untuk satu lajur terpisah 2.000 kendaraan per/jam, kalau lewat itu yang akan terjadi akan perlambatan," ungkapnya.
Untuk itu terus dilakukan peningkatan, melakukan perbaikan di titik-titik kemacetan. "Ya tahun ini lebih baik dari tahun kemarin soal kemacetan," tandasnya. (ndr/)











































