Lebaran, PSK Kemayoran Pulang Kampung

Lebaran, PSK Kemayoran Pulang Kampung

- detikNews
Jumat, 03 Okt 2008 22:14 WIB
Jakarta - Tradisi mudik yang dilakukan setiap tahunnya oleh umat muslim tidak hanya dilakukan oleh masyarakat yang memiliki profesi normal. Para wanita pekerja malam pun menikmati tradisi ini.

Pantauan detikcom, pada H-3 hingga H+1 di kawasan Kemayoran, Jakarta pusat sepi dari para wanita penghibur. Beberapa di antara mereka yang tidak cuti pada lebaran kali ini mengaku sebagian teman seprofesinya pulang kampung.

"Teman-teman pada mudik. Kan kebanyakan orang luar. Paling pulangnya empat hari habis lebaran," ujar Shierly ketika ditemui detikcom di kawasan Kemayoran, Kamis (2/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tradisi mudik ini tidak dilakukan oleh wanita malam satu ini. Shierly mengaku tidak memiliki uang yang cukup untuk pulang kampung.

"Saya sudah nggak punya orang tua lagi. Pelanggan juga lagi sepi. Kebanyakan pelangganku pada mudik juga," ujarnya yang mengaku telah memiliki 12 pelanggan.

Gadis berusia 23 tahun ini mengaku terpaksa mau menjadi wanita penghibur. Karena kondisi ekonominya yang sulit, dia pun mau melayani nafsu para lelaki hidung belang.

"Habis mau gimana lagi, adanya, ya, ini. Mau jadi SPG, saya gak punya ijazah SMA," kata Shierly yang ketika itu mengenakan rambut palsu.

Sherly yang berasal dari pulau Kalimantan ini mengaku datang ke Jakarta bersama teman seprofesinya. Awalnya dia tidak mengetahui kalau ternyata pekerjaan yang dijanjikan temannya itu adalah melayani lelaki hidung belang.

"Ternyata kerjaan kayak gini, ngelabur," jawabnya santai sambil menghembuskan asap rokok yang dihisapnya.

Karena tidak punya tabungan yang cukup untuk hidup di Jakarta akhirnya Sherly pun nekat menjual harga dirinya. Awalnya gadis yang berperawakan kecil ini mengaku canggung dan ragu ketika akan melakukan hal tersebut.

Untuk melayani para pria hidung belang ini, gadis yang baru tiga bulan di Jakarta ini mengaku tidak pandang bulu dalam memilih pelanggan. Lelaki manapun, mau dia layani asalkan bayarannya jelas.

"Sekali main cepek (Rp 100 ribu) minimal. Kadang dua ratus, tergantung langganan. Kalau yang baik sih suka ngasih dua ratus," ujarnya sambil tersenyum.

Pantauan detikcom, lokasi yang sering dilakukan sebagai tempat mangkal para wanita malam ini ada dibeberapa titik. Titik-titik yang selalu dijejeri mereka diantaranya adalah Jalan Laler, Jl Benyamin Sueb dan Jl HBR Motik.

Tak satupun wanita yang mau terlahir sebagai wanita penghibur. Namun inilah salah satu realitas sosial yang perlu dibenahi pemerintah.

"Mas, mau check in di mana?," ujar Shierly merayu para lelaki hidung belang. (mei/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads