KBRI Ottawa sendiri menggelar salat Idul Fitri pada 1 Oktober. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, selain dihadiri Dubes RI dan keluarga besar KBRI, jamaah yang hadir juga dari kaum muslim dari berbagai negara yang tinggal di Ottawa.
Demikian seperti yang diberitakan KBRI Ottawa kepada koresponden detikcom di AS dan Kanada, Endang Isnaini Saptorini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karakter jamaah di KBRI yang beragam tersebut menjadikan kotbah pun harus dibuat dalam minimal 3 bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab. Kali ini yang bertindak sebagai Katib adalah Ustad Al Makin dari Montreal. Dalam isi khutbahnya, Katib menyampaikan kesempatan Idul fitri ini adalah masa yang tepat untuk kita kembali menjadi sosok manusia yang seutuhnya karena telah lulus dari medan ujian selama bulan Ramadhan.
Karena itu, diharapkan di masa mendatang kualitas iman dan amal kita semakin meningkat. Di sisi lain, Katib juga menyampaikan perlunya kita terus meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap mereka yang kurang beruntung terutama yang ada di Indonesia dengan cara membayar zakat.
Katib juga menegaskan perlunya kita menghargai perbedaan yang ada dalam kehidupan di dunia dengan beragam kultur. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al Qur'an Surat Al Hujuurat ayat 13.
Usai salat, jamaah muslim Indonesia berbondong-bodong ke Wisma Indonesia untuk menyampaikan ucapan Hari Raya kepada Dubes RI. Acara open house ini selain dipergunakan untuk bertemu sesama warga Indonesia juga adalah kesempatan emas untuk menikmati dengan sepuas-puasnya masakan lebaran khas Indonesia. (eis/ken)











































