Menanti Rejeki di Rumah Pak Wapres

Menanti Rejeki di Rumah Pak Wapres

- detikNews
Rabu, 01 Okt 2008 18:31 WIB
Menanti Rejeki di Rumah Pak Wapres
Jakarta - Hampir setiap tahun, para tuna wisma dan pengemis bergerombol ke rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sudah menjadi tradisi keluarga JK membagikan sedekah kepada mereka. Inilah yang mereka tunggu-tunggu setiap tahunnya.

Acara yang mereka tunggu-tunggu setiap tahunnya adalah acara open house. Di mana masyarakat umum boleh bertandang ke rumah orang nomor dua di Indonesia ini.

"Bapak (JK) suka ngasih 'amplop' sama kita setiap tahun," ujar Sandri, lelaki berumur 42 tahun ini berujar ketika ditanya apa yang ditunggu dari Pak Wapres ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Detikcom menemui Sandri yang tengah berjemur duduk di sebuah bangku yang diperuntukkan untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Sandri sudah duduk disitu sekitar setengah jam, setelah ditolak oleh Paspamres untuk menemui wapres di kediamannya di Jl Diponegoro No 2, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2008).

Berurai air mata Sandri saat bercerita asal muasal kehidupannya. "Saya perlu uang untuk pulang," ujar pria kurus ini sambil memperlihatkan Surat Pengantar dari Kelurahan tempat dia tinggal.

Sandri berharap, amplop yang setiap tahunnya dikeluarkan oleh keluarga JK ini bisa segera didapatnya. Tak hanya Sandri, ratusan orang lainnya pun bersabar duduk di trotoar sepanjang rumah yang berhadapan dengan kediaman Wapres, demi uang Rp 100 ribu.

"Dulu saya kerja. Jadi sekuriti di BII. Sudah tujuh tahun kerja, tapi saya dapat musibah tabrakan," ujarnya sambil menunjukkan bekas luka di bagian wajah dan kakinya.

Karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan, akhinya pria berkulit sawo matang ini dikeluarkan dari kantornya. Uang pesangon yang diberikan perusahaannya sebesar Rp 45 juta habis dalam waktu tiga tahun untuk menutupi hutang-hutang dan kebutuhan hidupnya sehari-hari.

"Tapi, setelah saya gak punya penghasilan lagi, istri saya kabur," ujarnya sambil terisak mengenang kepedihan yang dialaminya.

Tiga orang anaknya pun entah dimana. Tak ada satupun yang tinggal bersamanya. Kini, Sandri tinggal sendiri. Hidupnya berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya.

Sandri yang datang ke rumah Wapres hanya bermodalkan uang Rp 20 ribu saja. Itupun pemberian pengurus mesjid dimana ia tinggal.

"Uang saya tinggal Rp 12.000, bayangin saja dari Kebon Jeruk kemari," ujar Sandri yang ketika itu memakai sendal jepit.

Jadi bapak mau di sini sampai kapan? "Ya sampai uangnya dikasihin," jawabnya lesu.

Namun, hingga pukul 16.00 WIB, amplop yang dikabarkan akan diberikan oleh Putri Jusuf Kalla itu tak kunjung diterimanya. Paspamres yang ketika itu berjaga pun tidak mengetahui kabar tersebut.

"Saya belum dapat perintah dari atasan saya," ujar salah seorang Paspamres yang enggan disebut namanya. (mei/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads