"Gak karua-karuan. Presidennya penakut, wapresnya seenaknya saja. Terserah mau maju," ucap Gus Dur dalam acara silaturahmi di kediamannya di Jl Warung Silah, Ciganjur, Jakarta, Selatan, Rabu (1/10/2008).
Gus Dur pun enggan mengomentari mengenai kans dua pasangan itu. "Jangan tanya saya. itu urusan dia, bukan urusan saya," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedang mengenai langkah dia untuk maju lagi sebagai capres, Gus Dur mengaku sudah memperoleh dukungan. "Yang dukung saya itu Kyai kampung," tegasnya.
Walau hasil poling menempatkannya di posisi bawah, mantan Ketua Umum PBNU ini tidak khawatir. "Saya tidak percaya poling, itu tidak melibatkan warga yang tidak punya handphone, kan yang terbanyak yang itu," jelasnya.
Bila jadi capres, kira-kira siapa yang akan menjadi wapres? "Saya tidak buru-buru nyari, nanti sja kalau sudah setengah tahun. Satu-satunyanya orang yang saya tunggu sudah meninggal yaitu ssophan sopian dia kan jujur banget, pintar, lagi masih muda," tandasnya. (ndr/ken)










































