"Lukman Edi, Hanif Dahiri, karding, Niam Salim, Eman Hrmawan. Kalau ke sini saya tendang ke luar," ujar Gus Dur di kediamannya di Jl Warung Silah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Rabu (1/10/2008).
Nama-nama yang disebutkan Gus Dur itu diketahui sebagai pengurus PKB kubu Muhaimin Iskandar. Lalu apa alasan menolak mereka? "Mulutnya itu, kalau katain seenaknya," ujar mantan presiden ini yang mengenakan batik coklat.
Gus Dur juga menegaskan bila PKB tidak perlu disatu-satukan lagi. "Kenapa dipersatukan orang tidak ada apa-apa. Paling Mereka gak jadi pengurus itu saja," tandasnya.
Dalam open house itu, Gus Dur ditemani istri dan anaknya Yenny Wahid. Suasana di rumah itu pun tampak ramai, selain warga sekitar, tamu-tamu lainnya pun terus berdatangan. (ndr/ken)











































