Mereka datang lebih pagi dibanding jamaah yang akan mengikuti salat Idul Fitri, Rabu (1/10/2008). Bahkan, sebagian di antaranya menginap di Masjid terbesar di Indonesia itu.
Ketika salat Id hendak digelar, mereka bukannya mengambil air wudlu dan masuk ke dalam masjid untuk beribadah. Namun, berjejer di sepanjang jalan masuk masjid sembari menengadahkan tangan ke arah para jamaah. Itulah potret ratusan pengemis yang terlihat di Istiqlah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengemis itu berjumlah ratusan, yang terdiri dari perempuan, laki-laki, dan anak-anak. Mereka tersebar di tiga jalan utama menuju masjid.
Seorang pengemis yang dihampiri detikcom mengatakan, dia datang dari Jawa memang untuk mendapatkan uluran tangan dan jiwa kedermawanan para jamaah.
"Hanya ini pekerjaan saya," katanya.
"Saya datang sejak semalam dan menginap di sini," imbuhnya.
Pengurus masjid istiqlal agaknya tidak melarang kepada para pengemis-pengemis tersebut. Mereka dibiarkan berada di halaman masjid. (irw/ken)










































