Bahkan korban yang selamat dalam peristiwa naas itu terlihat ikut diantara ribuan jamaah yang melaksanakan sholat. Meski ditengah musibah yang tengah dialami, para korban selamat tersebut tampak berusaha menutupi kesedihannya untuk berbahagia di hari raya.
"Kami juga sudah salat ghaib tadi untuk mendoakan para almarhum, sebagai bentuk simpati. Semoga Allah menerima amal mereka," kata Da'i usai salat ghaib di Wisma Duta, Jl Uthan, Malaysia, Rabu (1/10/2008).
Salah seorang korban yang selamat, Heri asal Aceh mengungkapkan kesedihannya tidak dapat berhari raya dengan anaknya yang hilang akibat peristiwa malang tersebut.
"Saya tidak bisa jumpa anak saya. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Sampai sekarang tidak jumpa mayat anak saya. Saya akan cari terus anak saya," ujar Heri berkaca-kaca.
Heri mengaku, niatnya untuk merayakan hari raya di kampung halamannya, namun karena tidak memiliki dokumen resmi, Heri beserta ratusan WNI lainnya terpaksa menumpang kapal tongkang.
Salat Id di Wisma Duta dimulai pukul 08.00 waktu setempat dan diikuti ribuan WNI yang tinggal di sekitar wilayah Kuala Lumpur.
Usai sholat Id dan ghaib, Da'i langsung menggelar open house bagi para WNI untuk bersalaman dan menikmati hidangan khas lebaran. (rmd/ndr)











































