"Itu menunjukan pelaku orang cerdas," kata kriminolog Adrianus Meliala saat dihubungi lewat telepon, Selasa (30/9/2008).
Adrianus menjabarkan dengan ditaruh di bus, tentu sang pelaku ingin mendapatkan perhatian. Tetapi dengan dia meletakan di bus, justru pelakunya akan tidak mudah dikenali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dari fakta yang ada menurutnya memang sang pelaku pintar menghilangkan jejak dengan memisahkan bagian primer yang menunjukan korban mudah dikenali yakni sidik jari dan wajah.
"Ya memang, penyidik harus mengekplorasi hal yang terdapat dengan tubuh tersebut kalau tidak bisa dilihat sidik jarinya, dilakuka pengamatan visual. Kalau wajah tidak ada pakai superimpose dilekatkan gambar rekaan wajah dengan badan atau anggota tubuh lain," jelasnya. (ndr/ken)











































