Kaum pria An Nadzir mengenakan jubah hitam dipadu sorban yang membalut rambut gondrong dan berwarna pirang. Tak ketinggalan aroma minyak wangi yang disemprot sebelum keluar rumah. Sedangkan kaum muslimahnya dominan menggunakan jilbab panjang dan bercadar.
Pemimpin jamaah An Nadzir Sulsel, Ustadz Lukman A Bakti, didaulat menjadi imam sekaligus khatib. Dalam ceramahnya, Ustadz Lukman menyinggung sifat manusia yang lupa akan rasa takutnya pada Tuhannya. Ia juga menyinggung amalan manusia yang tidak diterima karena tidak sesuai perintah Allah SWT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom di lokasi shalat Id, terlihat juga peserta yang datang dari luar perkampungan An Nadzir. Mereka menggunakan mobil dan sepeda motor.
Pengikut An Nadzir dari luar Sulsel juga tak mau alpa melaksanakan shalat Id di Kampung Mawang. Seperti Umar dan Adam, adiknya, yang datang dari Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Adam mengatakan, ia jauh-jauh datang dari Medan untuk melaksanakan salat Id yang menurutnya sesuai sunnah Rasulullah. Sebelumnya, orang tua mereka telah lebih dulu sampai di Kampung Mawang.
"Sementara waktu ini saya belum punya niat kembali ke Medan, sebelum saya mendapatkan apa yang saya cari di tempat ini," pungkas Adam usai shalat Id.
Sementara di tempat yang lain, ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)juga melaksanakan shalat Id di Gedung Joeang 45, Jl Sultan Alauddin, Makassar. Pentolan HTI Makassar, Hasanuddin Rasyid, yang memberi ceramah di tempat itu. (mna/irw)










































