"Saya kira itu tidak bijaksana. Harusnya kita diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan. Yang kita lakukan bukan asal-asalan, tapi bisa dipertanggungjawabkan," ujar Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Habib Hijrah Dahlan.
Hal itu disampaikan dia usai salat Id di area parkir kompleks Crown Palace, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2008).
Dahlan berpendapat, umat Islam yang salah adalah yang merayakan lebaran pada Senin 29 September kemarin. Sebab dasarnya sangat lemah.
"Tapi kalau yang kita lakukan hari ini berdasarkan pandangan ulama Islam secara global. Sejak dulu di manapun hilal itu dilihat, maka itu berlaku di seluruh negeri lain," pungkasnya. (irw/ndr)











































