"Sebagian besar elit mendukung. Golkar merasa nyaman dan ini tidak masalah asal koalisi beradasarkan hormat menghormati dan penyeimbangan. Menghormati artinya berbagi koalisi tugas dan tanggungjawab," kata Priyo saat dihubungi lewat telepon, Senin (29/9/2008).
Dia melanjutkan, sebenarnya memang ada beberapa opsi. Yang pertama meneruskan duet SBY-JK dan ini banyak pengkiutnya, kedua opsi koalisi dengan PDIP, ketiga koalisi dengan partai berbasis islam, dan opsi keempat memunculkan presiden dan wapres dari dalam partai sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku, Golkar sebelumnya merasa tersanjung dengan sinyal yang diberikan Presiden SBY sebelumnya. "Ini memang untuk menuntaskan tanggung jawab pekerjaan yang belum selesai," jelasnya.
Artinya dengan sinyalemen ini Golkar dan Demokrat sudah mengindikasikan koalisi? "Sebenarnya Demokrat dan Golkar indikasinya sedang ke arah sana, semua berujung ke sana. Kita lihat juga nanti hasil pemilu," tandasnya.
(ndr/ken)











































