Tapi seratusan orang yang diterima Presiden SBY malam ini, Minggu (28/9/2008), di Istana Negara, Jakarta, tidak menghiraukan aturan itu. Mereka sengaja tidak bersepatu, alias nyeker. Uniknya, tidak ada satu pun anggota Paspampres yang menyuruh tamu-tamu itu mengenakan sepatu.
"Baru kali ini di acara presiden pesertanya nyeker semua. Kalau lesehan sudah biasa, tapi ini kan duduk di kursi," heran Mensesneg Hatta Rajasa, sembari menggeleng-gelengkan kepala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena pelaksanaannya yang beruntun, maka tidak cukup waktu bagi para wartawan untuk memakai kembali sepatu mereka yang dititip di luar Istana. Agar praktis dan tidak tertinggal acara, akhirnya diputuskan untuk nyeker.
Dalam kesempatan ini, SBY menjawab 21 buah pertanyaan terkait isu aktual. Semua pertanyaan itu adalah 'timbunan' pertanyaan wartawan beberapa bulan terakhir yang tidak sempat ditanyakan ke presiden.
Mulai dari debat Barack Obama vs Mc Cain, negosiasi kontrak ladang Gas Tangguh, RUU Pilpres dan RUU MA. Tidak ketinggalan niatnya untuk maju dalam Pilpres 2009, prospek kelangsungan duetnya dengan Jusuf Kalla (JK), safari Rizal Ramli sampai putra bungsunya yang menjadi calon anggota parlemen untuk Partai Demokrat.
"Ini harusnya pertanyaan untuk tiga bulan. Tapi bagi wartawan yang sabar, saya akan jawab semuanya. Saya dengar ada wartawan yang menunda jadwal mudiknya beberapa jam untuk bisa mengikuti kesempatan ini," ujar SBY sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan provokatif itu. (lh/mok)











































