"Saya sih fleksibel saja. Silahkan saja mana yang dianggap tepat untuk dijadikan syarat orang jadi presiden atau wapres," kata SBY saat berbuka puasa di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (28/9/2008).
SBY tidak terlalu memperdulikan syarat pencalonan itu. Hanya saja dirinya meminta supaya keputusan yang nantinya akan diambil jangan dikaitkan dengan kepentingan sesaat
Lebih lanjut SBY juga menjelaskan tentang dirinya yang bisa dijadikan musuh bersama dalam Pilpres mendatang. SBY paham dengan posisinya sebagai calon incumbent. Baginya, ini adalah konsekuensi dari politik sehingga harus siap menghadapi segala cobaan.
"Saya harus hadapinya dengan tegar," tegas SBY.
SBY berharap tidak ada lagi masalah black campaign dalam berkompetisi. Pencemaran nama baik justru akan menunjukan kalau demokrasi bangsa ini tidak sehat. (mok/crn)











































