Namun SBY secara tegas membantahnya. Menurutnya, pemilihan Ibas sebagai caleg melalui proses yang demokratis.
"Betul anak saya yang kedua maju sebagai caleg. Tapi kalau dikatakan politik dinasti, kurang tepat," ujar SBY saat berdialog dengan wartawan di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (28/9/2008).
Menurut SBY, majunya Ibas sebagai caleg merupakan hal yang wajar. Sejak 2005, Ibas sudah aktif di Partai Demokrat. Sehingga, lanjut SBY, sangat fair dan sah pencalonan Ibas tersebut.
"kalau seseorang entah itu anak siapa pun untuk mencapai sebuah posisi harus berkompetisi secara fair, sah-sah saja," kata SBY.
Ia menambahkan, meski berstatus sebagai anak presiden, Ibas tak lantas mendapat nomor urut atas. Dia harus puas nangkring di nomor tiga daerah pemilihan Pacitan.
"Dulu waktu anak pertama saja masuk Akabri juga dianggap KKN. Padahal itu pilihan dia sendiri," pungkasnya. (anw/mok)











































