"Kalau bus-bus yang lain ongkosnya lebih mahal. Selain itu mereka sering mengangkut penumpang di jalan sehingga kita jadi kurang nyaman. Dan waktu perjalanan lebih lama karena mereka suka mengetem dipingir jalan untuk mengangkut penumpang," ujar Wicaksono (45) kepada detikcom di lokasi, Minggu (28/9/2008). Pemudik yang hendak menuju Tegal ini mengaku sudah satu setengah jam menunggu.
Menurutnya, Bus Sinar Jaya dikenal tidak pernah menaikkan penumpang di luar terminal. Dengan membayar RP 60 ribu, para penumpang dapat mudik ke kampung halaman dengan bus AC dan tiba di tempat tujuan tepat waktu. Ini berbeda dengan bus-bus lain yang bertarif RP 80-100 ribu tanpa AC dan sering berhenti untuk mengangkut penumpang di tengah jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pantauan detikcom, para penumpang masih setia menanti. Padahal sebelumnya sudah ada imbauan dari petugas terminal agar mereka menggunakan bus lain untuk mengurangi penumpukan penumpang di terminal. Namun para penumpang fanatik tersebut tidak menggubris. Mereka tetap menanti. Sebagian dari mereka tampak mengabiskan waktu dengan membaca koran dan duduk-duduk di ruang tunggu penumpang dekat parkiran bus. Beberapa yang lain terlihat tidur bersender di kardus dan barang bawaannya.
(vna/sho)











































