Dubes Salim Said: Ini Kontribusi Peradaban Politik

PPLN Praha Dilantik

Dubes Salim Said: Ini Kontribusi Peradaban Politik

- detikNews
Sabtu, 27 Sep 2008 03:33 WIB
Dubes Salim Said: Ini Kontribusi Peradaban Politik
Praha - Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dan Sekretariat PPLN Praha dilantik dan diambil sumpah oleh Dubes Salim Said, Jumat (26/9/2008). "Ini kontribusi terhadap perkembangan peradaban politik Indonesia," ujar Said.

Dalam pelantikan yang berlangsung di KBRI Praha itu Said juga mewanti-wanti agar seluruh anggota PPLN bekerja dengan baik, Koordinator Pelaksana Fungsi Pensosbudpar Azis Nurwahyudi kepada detikcom menuturkan.

Dalam tanggapannya lima anggota PPLN menyatakan akan menjalankan tugas sesuai dengan yang diamanatkan UU dan mematuhi seluruh peraturan yang telah ditetapkan oleh pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelantikan PPLN Praha yang dilakukan dengan sederhana namun hidmat tersebut diakhiri dengan buka puasa bersama.

Komposisi

Seluruh anggota PPLN Praha, Ceko merupakan hasil kesepakatan bersama dari perwakilan masyarakat Indonesia di negara tersebut. Dengan mempertimbangkan beberapa faktor mobilitas dan efektivitas kerja, mereka yang dipilih adalah yang saat ini hingga setahun ke depan berdomisili di kota Praha.

Tiga anggota PPLN dari unsur masyarakat berturut-turut Ardian Ulvan (Czech Technical University, Ketua), Irmawan Rahyadi (Charles University, Sekretaris) dan Imelda Dharmawan. Sementara unsur KBRI diwakili oleh Azis Nurwahyudi dan Gustaav Ferdinandus.

PPLN Praha ini membawahi wilayah kerja seluruh Republik Ceko, meliputi daerah Bohemia, Moravia dan Silesia. Sampai saat ini terdapat sekurangnya 250 WNI yang tersebar di seluruh wilayah tersebut.

"Diperkirakan WNI yang mempunyai hak pilih akan berkembang dengan semakin banyaknya tenaga kerja Indonesia yang bekerja di berbagai sektor jasa di Ceko, sehingga PPLN Praha akan terus melakukan pemutakhiran data sampai saat-saat terakhir," demikian Azis.

Biaya

Meski baru disumpah pada hari ini, namun PPLN Praha telah melakukan serangkaian persiapan sebelumnya. Dari persiapan tersebut dirasakan bahwa salah satu faktor yang kini menjadi kendala adalah belum tibanya biaya operasional dari KPU.

Selain itu, karena tidak seperti pemilihan yang biasa dilakukan di Indonesia, teknis pemilihan di luar negeri mengalami sejumlah penyesuaian. Jarak yang jauh antara domisili dan lokasi pemilihan membuat PPLN menerapkan kebijakan lebih fleksibel bagi warga yang tak bisa memilih pada hari pelaksanaan pemilu, sehingga harus dilakukan melalui pos dengan tetap dijamin kerahasiaannya.

Sementara itu, untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2009, PPLN Praha juga merencanakan melakukan sosialisasi dengan mengadakan seminar terbuka, yang bisa dihadiri oleh warga Indonesia dan kunjungan ke beberapa wilayah tersebut. (es/es)


Berita Terkait