Demikian siaran pers KBRI Brussel yang diterima detikcom hari ini, Jumat (26/9/2008).
Selain itu dari Forum Konsultasi Bilateral (FKB) RI-Uni Eropa ke-7 tingkat pejabat senior (Senior Officials' Meeting/SOM, red) yang berlangsung pada 18-19/09/08 di Brussel juga disepakati kerjasama sektor perdagangan, investasi, transportasi udara RI-UE dan dilakukannya perundingan lanjutan yang ke-8 di Yogyakarta pada 2009 mendatang.
Β
Dirjen Amerop Retno LP Marsudi dalam pernyataannya juga menyambut baik pemberian fasilitas Generalized System Preference (GSP) kepada Indonesia untuk komoditas kayu dan produk kayu (HS code 44 s/d 46) untuk tahun 2009-2011 serta keputusan UE mencabut Regulasi EC no 2006/236 tentang pengujian terhadap produk ekspor perikanan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan bahwa konsultasi bilateral RI-UE juga menghasilkan pokok kesepakatan dalam kerangka kerjasama pembangungan, terutama di sektor pendidikan. Komisi Eropa memproyeksikan bantuan hibah pendidikan sebesar EUR 200 juta untuk periode 2009/2010.
Dalam rangka itu, komisi mengusulkan menyelenggarakan pre-feasibility study bersama dengan donor lainnya, Aus AID, Bank Dunia dan Pemerintah Belanda guna mengidentifikasi proyeksi bantuan tersebut.
Penghargaan dan Asistensi
Β
Sementara itu UE juga menyampaikan penghargaan atas pelaksanaan kesepakatan trade support programme (TSP) I, serta menegaskan kesediaannya membantu dan memberi asistensi perbaikan iklim investasi, peningkatan kualitas standar dan sertifikasi dalam bidang perdagangan, industri, pertanian dan perikanan.
Asistensi itu terutama ditujukan untuk menghadapi private standard requirement yang diterapkan perusahaan swasta di UE, yang saat ini menjadi penghalang utama tembusnya produk-produk ekspor Indonesia memasuki pasar Eropa.
Β
Sebagai kesimpulan kedua pihak sepakat untuk melakukan pertemuan pembahasan midterm review kerjasama pembangunan bagi kedua belah pihak, pada akhir Oktober atau awal November 2008 di Jakarta. (es/es)











































