"Itu salah kaprah. Mana ada yang ngundurin diri harus bayar?" katanya di sela-sela kunjungan ke Kantor Kontras, Jl Borobudur No. 14, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2008).
"Ini hanya terjadi di Indonesia," herannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal nasibnya saat ini yang disebut-sebut terkait dengan demo kerusuhan BBM tanggal 24 Juni 2008, Rizal mengatakan itu sangat politis. Ia lalu mempertanyakan kenapa orang yang melakukan pembakaran mobil berplat merah tidak diproses hukum.
"Jangan-jangan ini kontra intelijen kayak zaman Orba. Ini kriminalisasi demokrasi langsung," duganya.
Dalam rangkaian 'Safari Ramadan' ke Kontras kali ini, Rizal bertemu dengan sejumlah tokoh. Diantaranya adalah Koordinator Kontras Usman Hamid, pengacara Firman Wijaya, dan pengamat politik Ray Rangkuti.
(gah/iy)











































