"Kalau ada yang terbukti, izin sopir menarik bus akan kami cabut," kata Kepala Terminal Pulogadung, Parjiman di sela-sela sidak tes urine, Jl Raya Bekasi, Jakarta Timur, Jumat (26/9/2008).
Tes urine dilakukan secara acak terhadap sekitar 200 sopir bus AKAP di terminal tersebut. Satu persatu sopir diminta manampung air kencingnya dan dilakukan tes singkat untuk mengetahui kadar narkoba dalam urine.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pemudik. Kecenderungan ugal-ugalan menjadi minim," imbuh Parjiman.
Tes yang dilakukan oleh Badan Narkotika Kota (BNK) di Pulogadung merupakan
rangkaian upaya untuk keselamatan pemudik. Sebelumnya, tes serupa dilakukan
di terminal Rawamangun, Kampung Rambutan dan Lebak Bulus.
(Ari/rdf)











































