"Kita paham dan tahu bahwa Sultan Hamengkubuwono IX dan X sangat demokratis. Jadi kita dukung prinsip-prinsip demokrasi tersebut," ujar Wapres Jusuf Kalla dalam jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2008).
Menurut JK, aspek sejarah memang penting, tapi hal itu harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip demokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK menambahkan, di Indonesia tidak hanya ada kesultanan Yogyakarta, tapi banyak juga kerajaan lain, seperti di Solo, Gowa, Kutai.
"Jadi obyektivitasnya di situ. Sangat benar Sultan mengatakan seperti itu, karena Yogya bukan monarki konstitusi apalagi monarki absolut, berarti demokrasi kan?" jelas JK retoris.
JK menambahkan jangan sampai hal seperti ini diselesaikan secara referendum karena akan memicu daerah lain melakukan hal yang sama.
Sebelumnya elemen masyarakat di DIY melakukan aksi menolak Pilkada DIY. Mereka juga meminta agar Sultan HB X bersedia menjadi Gubernur DIY seumur hidup melalui penetapan. Namun Sultan menolak hal ini. (rdf/iy)











































