Pergi Spa, PM Berlusconi Batal Datang ke Sidang PBB

Pergi Spa, PM Berlusconi Batal Datang ke Sidang PBB

- detikNews
Jumat, 26 Sep 2008 10:15 WIB
Pergi Spa, PM Berlusconi Batal Datang ke Sidang PBB
Roma - Perdana Menteri (PM) Italia Silvio Berlusconi membatalkan rencananya untuk hadir di sidang Majelis Umum PBB di markas besar PBB di New York. Padahal Berlusconi seharusnya berpidato di sidang tersebut pada Jumat, 26 September ini.

Namun pemimpin Italia itu batal hadir. Berlusconi malah pergi ke sebuah resor mewah di Italia tengah untuk melakukan spa kesehatan.

Demikian diungkapkan sumber-sumber kepolisian Italia seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (26/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut media Italia, pria berumur 72 tahun itu sedang dirawat karena masalah punggung yang dialaminya. Milyuner itu melakukan spa kesehatan di resor mewah Messegue di Melezzole, di dekat Kota Terni di Umbria, wilayah perbukitan sebelah utara Roma.

Untuk menggantikan dirinya, Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini pergi ke New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB. Menurut Frattini, Berlusconi harus tetap berada di Italia untuk mengikuti pembicaraan mengenai penyelamatan maskapai nasional Alitalia dari kebangkrutan.

Namun kenyataannya, pembicaraan tersebut ditangani oleh asisten dekat Berlusconi, Gianni Letta. Jadi bukan Berlusconi sendiri.

Ketika ditanyakan mengenai hal itu, Frattini mengatakan pada wartawan, dia tidak tahu apakah Berlusconi sedang berada di spa. Namun diakuinya, pemimpin Italia itu memang mengalami sakit punggung.

"Pekan lalu, dia terkena sakit punggung yang sangat berat," ujar Frattini.

Berlusconi memang terlihat lebih muda dari usianya karena melakukan implantasi rambut. Namun salah satu orang terkaya Italia itu kerap mengalami gangguan kesehatan. Pada Desember 2006, Berlusconi terbang ke AS untuk menjalani operasi atas detak jantungnya yang tidak beraturan. Sebulan kemudian, dia jatuh pingsan saat sedang berpidato. (ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads