Demikian diungkapkan sumber-sumber senior diplomatik Eropa seperti diberitakan harian Inggris, The Guardian dan dilansir kantor berita AFP, Jumat (26/9/2008).
Dikatakan sumber tersebut, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert telah membahas isu serangan itu dengan Bush dalam pertemuan empat mata pada 14 Mei lalu.
Bush mengatakan tidak akan mendukung serangan tersebut karena mengkhawatirkan adanya serangan balasan oleh Iran. Bush juga khawatir Israel akan gagal melumpuhkan fasilitas nuklir Iran meski telah melancarkan serangan ke negeri itu.
Menurut Bush, Iran pasti akan menganggap Washington menyetujui serangan Israel tersebut. Akibatnya, Iran kemungkinan akan melancarkan serangan terhadap AS.
"Perlunya mencegah Iran menghasilkan senjata nuklir selalu dibahas dalam setiap pertemuan antara PM dan pemimpin-pemimpin asing," kata juru bicara Olmert, Mark Regev pada The Guardian. Menurutnya, pemerintah Israel lebih menyukai solusi diplomatik untuk isu nuklir Iran. Namun semua opsi tetap mungkin ditempuh.
Ketika ditanyai mengenai hal ini, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Gordon Johndroe menolak menjawab. Dikatakannya, dirinya tidak akan berkomentar apapun tentang pembicaraan rahasia yang telah dilakukan Bush. (ita/nrl)











































