Ardiansyah datang ke PN Jakarta Pusat bersama 32 anggota Banser dari Pondok Pesantren Soko Tunggal, Jakarta pimpinan Gus Nuril.
Gu Nuril, salah satu pemimpin pasukan berani mati Gus Dur ini sengaja mendatangkan anak buahnya untuk mengamankan aktivis AKKBB yang menjadi saksi dalam sidang perkara Munarman dan Habib Rizieq.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak tinggal diam, pasukan Gus Nuril ini membalas serangan FPI. Namun jumlah massa yang tidak seimbang membuat mereka harus mundur hingga ke Gedung Pelni yang berjarak 300 meter dari PN.
Belum masuk ke dalam gedung, Ardiansyah, Herman, Iman dan Andri tidak bisa mengelak.
"Saya dipukul dan diinjak," kata Ardiansyah di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Kamis, (25/9/2008).
Alhasil pria berbadan kecil ini menjadi korban paling parah diantara anggota Banser yang lain. Ardiansyah sampai harus mengalami 18 jahitan. Tak cuma itu, tangan
kirinya pun tampak luka akibat sabetan benda tajam sepanjang 7 cm.
Hal yang sama juga dialami Herman. Kaki kirinya nampak diperban akibat terkena pukulan.
"Setelah saya jatuh, saya hampir saja terkena lemparan pot. Kemudian ada anggota FPI gendut yang bilang saya mau dipotong," jelas Herman. (mok/ken)











































