"Katanya PKS paling-paling cuma dapet 2 persen saja. Tapi 'provokasi' itu justru membuat PKS berbenah," ujar Ketua Bapilu PKS Razikun.
Komentar itu disambut tawa oleh hadirin di kantor LSI, Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Razikun yang mengenakan jas putih berlogo PKS itu, pihaknya menelaah betul prediksi LSI ketika itu yang menyatakan bahwa PKS akan sulit bersaing. "Oleh karena itu kita berupaya, selain memperoleh suara dari kalangan Islam kita juga lebih ke tengah. Slogan kita juga jadi bersih, peduli dan profesional. Kita juga mengampanyekan good governence," katanya.
Menanggapi hasil 'Survei Kekuatan Elektoral Partai-partai Islam Menjelang Pemilu 2009' yang menyatakan bahwa PKS adalah partai paling Islami, Razikun mengungkapkan, pihaknya menghargai hasil survei tersebut dan tidak membantahnya.
"Karena survei hanya bisa dibantah oleh survei," ujarnya.
Meski demikian ia mempertanyakan pengukuran yang digunakan. "Apa definisi partai Islam? Terus terang saya ragu," katanya.
Razikun kemudian memberi contoh pencitraan PDIP yang makin tampil Islami. "Pak Taufik Kiemas saja sekarang pake kopiah dan baju koko. Identifikasi ini menjadi
absurd," jelas Razikun.
Pada kesempatan yang sama Heri Achmadi dari PDIP membantah pernyataan Razikun. "Pengaruh Islam sebagai agama, dan bukan urusan politik itu sangat penting.
Kalau di Barat saja ada WASP, White, Anglo-Saxon, Protestant," jelas Heri.
Menurutnya, wajar bila sebuah kekuatan politik tampil Islami, mengingat mayoritas penduduk Indonesia juga beragama Islam.
Lalu, penampilan Megawati yang berkerudung dan Taufik Kiemas yang mengenakan kopiah itu bisa diartikan seperti apa? "Tapi kan nggak pakai jenggot," sindir
Heri yang disusul gelak tawa dari seluruh tamu yang hadir. (alf/ken)











































