Rombongan DPR RI ke Jerman Dipimpin WS

Hamburkan Uang di Akhir Jabatan

Rombongan DPR RI ke Jerman Dipimpin WS

- detikNews
Kamis, 25 Sep 2008 21:38 WIB
Rombongan DPR RI ke Jerman Dipimpin WS
Den Haag - Di ujung akhir jabatan, rombongan DPR RI akan plesiran lagi ke luar negeri. Mereka akan ketemu 'mitra' cuma sekitar 1 jam. Sisanya jalan-jalan dari Berlin sampai Milan.

Rombongan 'wakil rakyat' yang akan jalan-jalan ke luar negeri itu dari Komisi XI. Mereka akan berangkat pada 9/10/2008 dan dipimpin oleh WS dari Fraksi PDS, sumber detikcom yang tahu internal rencana keberangkatan dari Jakarta membocorkan hari ini, Kamis (25/9/2008).

Itinerary rombongan besar Komisi XI DPR RI beranggota sekurangnya 12 orang itu adalah Jakarta, Frankfurt, Berlin, Milan, Jakarta, dalam rentang perjalanan hingga 13/10/2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rentang waktu perjalanan atas biaya rakyat selama itu, rombongan hanya resmi bekerja selama sekitar 1 jam, yakni bertemu mitra sesuai hitam putih di atas kertas. Selebihnya rombongan akan city tour dan sightseeing.

Informasi di tangan detikcom menyebutkan, bahwa rombongan konon akan studi banding ke Bank Sentral Jerman (Deutsche Bundesbank, red) mengenai Peran dan Kewenangan Bank Sentral dalam Menyusun APBN.

Para anggota DPR RI di ujung akhir jabatan ini nampaknya tetap tak peduli kritik luas kalangan masyarakat agar hemat dan bertanggung jawab dalam membelanjakan uang negara, mengingat kemiskinan rakyat dan utang negara masih banyak.

Di buku "Detik-detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, bahkan mantan presiden BJ Habibie sudah memberi contoh cara cerdas dan murah untuk tujuan membuat UU Bank Sentral.

Habibie cukup mengundang pakar perbankan dan tokoh Deutsche Bundesbank Prof. Dr. Helmut Schlesinger sebagai narasumber ke Jakarta untuk membantu para pakar mmoneter Indonesia khususnya BI dan Depkeu untuk mempersiapkan UU BI yang mandiri, independen, transparan dan kuat (Halaman 93).

Namun memang kalau DPR RI mengundang narasumber ke Jakarta, mereka jadi tidak bisa jalan-jalan ke luar negeri. Selain itu lenyap pula SPJ dan tunjangan-tunjangan perjalanan lainnya. Itukah hipotesisnya mengapa studi banding terus deras dilakukan anggota DPR dan membuat mereka tak mempan dikritik pers dan rakyat pemilihnya? (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads