Hasil Survei Kekuatan Elektoral Partai-partai Islam Menjelang Pemilu 2009 itu diumumkan di kantor LSI, Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2008).
Namun, bukan berarti karena dianggap paling Islami, pemilih muslim akan memilih PKS. Menurut Direktur Riset LSI Doddy Ambardi, ada penemuan menarik dari hasil survei yang dilakukannya.
"Pemilih muslim lebih cenderung memilih partai non-Islam," katanya.
"Berdasarkan studi longitudinal, kecenderungan sentimen elektoral pada partai Islam hanya sebesar 16,6%," lanjut pria yang baru menyelesaikan program doktoralnya di Ohio State University AS itu.
Dody mengatakan, identitas keislaman dan nasionalis merupakan dua hal yang dipersepsikan berbeda oleh masyarakat. "Jadi yang mengaku partai nasionalis sekaligus juga Islami atau sebaliknya itu keliru," katanya.
Doddy mengatakan, saat ini pemilih lebih rasional dan mengedepankan kepentingan pragmatis bukan lagi keagamaan. "Identitas keislaman tidak begitu penting. Kalau dia Islam, belum tentu dia pilih partai Islam," katanya.
(alf/ken)











































