"Kejadian siang itu bukan bentrok, itu penyerangan," kata Aktivis AKKBB Guntur Romli saat jumpa pers di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Kamis (25/9/2008).
Menurut Guntur, saat itu dirinya sedang menunggu bus untuk 33 anggota Banser. Banser tersebut dipersiapkan oleh Gus Nuril, pimpinan pondok pesantren Soko Tunggal,
Jakarta, untuk menjaga aktivis AKKBB selama menjadi saksi dalam persidangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guntur berharap agar pihak kepolisian menindak tegas pelaku kekerasan ini. "Kami tuntut aparat untuk mendakwa mereka atas tindakan pemukulan, penyerangan dan pengeroyokan," tegas Guntur.
Guntur menampik isu pertikaian ini sebagai upaya memecah belah Islam. "Kami cinta Islam, Islam yang damai, Islam yang anti kekerasan," pungkasnya.
Hadir juga saat itu 2 orang anggota Banser yang ikut menjadi korban penyerangan FPI, Ardiansyah dan Herman. (mok/ken)











































