"Barangkali yang dianggap penting adalah ketika saya menyatakan kita tidak hanya butuh pemimpin yang menangis menonton (film) Ayat-Ayat Cinta (AAC)," ujar Rieke usai pemeriksaan dirinya di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (25/9/2008).
Dijelaskannya pertemuan di PKBI membahas agenda besar nasional peringatan 10 tahun reformasi dan 100 tahun Kebangkitan
Nasional. Materi pokok pembicaraan adalah permintaan untuk menurunkan harga sembako dan menolak kenaikan harga BBM. Termasuk keterlibatan Rizal Ramli dalam aksi-aksi unjuk rasa seusai pertemuan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barang bukti yang diperlihatkan penyidik dalam pemeriksaan berupa rekaman suara pertemuan di PKBI. Dalam rekaman
suara tersebut Rieke mengaku mengenali suara Rizal Ramli, Ferry Juliantono dan tentu saja suaranya sendiri.
"Beberapa suara saya tidak kenal kecuali suara Rizal Ramli dan Ferry Juliantono. Isi materi di kaset itu sesuai dengan apa yang saya ungkapkan," pungkasnya.
(mad/lh)











































