Hal itulah yang menjadi sumber masalah antara warga Buncit Raya Pulo RT X/V, Jakarta Selatan. Warga tidak rela jika pagar pembatas gang itu dibongkar untuk menghubungkan gedung kompleks RS JMC dengan tempat parkir tambahan yang terletak di sampingnya.
Sekitar 10 orang perwakilan warga meradang. Mereka berkumpul di sekitar gang untuk memprotes rencana tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Asmat, pembongkaran sudah berlangsung sejak kemarin. Kini di dua tembok gang yang terbuat dari bahan batako itu sudah terdapat lubang.
Satu lubang bisa dilewati orang dewasa, sementara lubang di tembok lain lebih kecil berdiameter kurang lebih 20 centimeter. Kini keduanya sudah ditutup asbes dan dihalangi krat minuman ringan.
"Itu punya umum," jawab Asmat saat ditanya siapa pemilik jalan itu.
Suasana tegang yang sempat dijaga 3 petugas kepolisian itu mencair tatkala pihak RS JMC mengajak Asmat untuk urun rembug. Hasilnya, RS JMC sepakat untuk tidak membongkar tembok gang setinggi 2,5 meter itu.
"Ya (musyawarah dulu)," katanya usai pertemuan itu.
Β
"Nanti, nanti, habis lebaran mungkin," lanjut Asmat saat ditanya kapan tembok itu akan dibongkar. (gah/nrl)











































