"Ada memang, ia adalah ketua DPD PDIP. Tapi keluarga saya itu kan menjadi ketua karena dipilih dan dia dirasa memenuhi ketentuan partai," kata Agnita yang enggan menyebutkan identitas anggota keluarganya tersebut kepada detikcom Kamis (25/9/2009).
Untuk menghindar dari tuduhan nepotisme, Agnita mengaku tidak mendaftar sebagai caleg. Menurut Aginita, siapa pun yang jadi caleg PDIP sudah melalui uji kompetensi dan kelayakan.
"Tidak ada nepotisme, saya tidak mencaleg karena saya menghindar dari tudingan nepotisme. Saya sebagai wakil sekjen pantas dan layak duduk sebagai caleg. Tapi menurut saya pengabdian tidak hanya di Senayan. Lagian melihat daerah harus lebih dipentingkan daripada saya yang di DPP," jelasnya
Menurut Agnita, sangat subjektif jika menilai majunya keluarga atau kerabat kader PDIP sebagai caleg dianggap nepotisme. Tata cara penjaringan, penyaringan dan penetapan calon anggota legislatif PDIP untuk pemilu tahun 2009 sudah diatur dalam Surat Keputusan (SK) DPP nomor 210/KPTS/DPP/V/2008.
Dalam SK tersebut kedudukan kader di partai, prestasi, dan pengabdiannya menjadi bahan pertimbangan untuk menjadi caleg. "Semua caleg sudah memenuhi SK 210. Itu berlapis-lapis loh seleksinya," tegas Agnita.
Agnita juga membantah tanggapan miring tentang pencalegan anggota keluarganya. Ia membantah adanya suap menyuap dalam penentuan caleg di daerah pemilihan (dapil).
"Sekarang begini saja, kalau ada yang bisa membuktikan mereka menyogok ketua ke DPP laporkan dengan bukti, langsung kita tindak. Inilah, banyak yang berminat, kursi sedikit. Kalau tekad kita masuk partai untuk mencari uang dan melirik ke Senayan, ya jadi sakit hati kalau tidak terpilih," ujarnya. (vna/iy)











































